Desa Sidomulyo

  • Beranda
  • Sejarah Desa
  • Visi Misi
  • Informasi Desa
    • Pendidikan
    • Letak Desa
    • Infografis
    • Wisata Desa
  • Weblink
    • Desa Sidomulyo
    • Kec. Anggana
    • Kab. Kutai Kartanegara
    • Prov. Kalimanan Timur
  • Hubungi Kami

SEJARAH DESA

|

|

Desa Sidomulyo merupakan salah satu Desa eks transmigrasi yang ada di Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Melalui Program Nasional Pemerintah di era kepemimpinan Presiden Alm Bpk. H. Soeharto pada tahun 1982 sampai dengan tahun 1983.

Tujuan dari program transmigrasi ini adalah untuk mengatasi penurunan kesejahteraan penduduk pribumi di Pulau Jawa pada awal abad ke- 20. Penurunan kesejahteraan disebabkan oleh pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali. Selain itu, sebagai sarana pembukaan dan pengembangan daerah produksi serta pertanian dalam pembangunan daerah.

Banyak cerita pahit manisnya kehidupan disaat itu, hidup penuh perjuangan yang dialami Kakek–Nenek dan Bapak–Ibu Kita, melewati masa–masa sulit , penuh keprihatinan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan yang lebih baik.

Di kala itu -+ Tahun 1983 datang rombongan transmigrasi yang berasal dari Pulau Jawa antara lain dari : Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat, melalui proses perjalanan udara dari daerah asal ke Pulau Kalimantan, turun di Balikpapan kemudian perjalanan ke Samarinda dan akhirnya sampai di lokasi transmigrasi dengan transportasi kapal kelotok, jumlah rombongan transmigrasi waktu itu -+ 450 KK dan ditambah 10% trans lokal, jumlah Kepala Keluarga Tahun 1983 berjumlah -+ 500 Kk.

Kedatangan para rombongan transmigrasi disambut ramah dan baik oleh warga masyarakat setempat yang sudah lama tinggal di lokasi trans, banyak cerita unik dari kedatangan rombongan yang ada waktu itu, kita tidak lantas langsung menempati rumah–rumah yang sudah disiapkan, namun melalui pengundian nomor rumah untuk selanjutnya, mencari dan mencocokan nomor tersebut untuk di tempati.

Dengan kondisi saat itu Bapak–Ibu Kita menempati rumah panggung yang sangat sederhana bersama keluarga, bahkan sebelum adanya bantuan perkakas rumah tangga dan alat pertanian dari Pemerintah, sempat beberapa waktu untuk makan saja harus antri untuk mendapatkan jatah makan di dapur umum 1 hari 3 kali, sungguh perjuangan yang luar biasa.

Alhamdulillah setelah bantuan sembako, perkakas rumah tangga, alat pertanian, dan lain sebagainya mulai di turunkan secara bertahap oleh Pemerintah, semua mulai berbenah untuk mencukupi kebutuhan sandang dan pangan keluarga. Sungguh luar biasa di masa–masa itu, masa–masa sulit penuh pengorbanan dan pejuangan, dengan cerita dan kenangan yang tak terlupakan, belum lagi bencana musim kemarau panjang dan krisis moneter yang terjadi saat itu.

Sudah selayaknya Kita sebagai generasi saat ini berterima kasih kepada Bapak–Ibu Sesepuh, tokoh–tokoh Pelaku Sejarah dan pemimpin–pemimpin Desa Sidomulyo serta masyarakat, yang telah berjuang, sehingga saat ini kita bisa menikmati kehidupan yang lebih baik yang kita rasakan saat ini.

Berbanding jauh dengan apa yang kita rasakan pada saat ini untuk kebutuhan air MCK kita tinggal putar kran air sudah mengalir, sementara apa yang dirasakan Bapak–Ibu kita diwaktu itu untuk kebutuhan air hanya mengandalkan sumur tanah dan air sungai, kebutuhan air bersih yang sangat langka, apalagi musim kemarau tiba, hanya mengandalkan simpanan air hujan dan sumber air di titik–titik tertentu, bahkan untuk kebutuhan mandi dan mencuci harus ke sungai atau mendalamkan sumur di pekarangan rumah di saat musim kemarau tiba, itu pun harus ditampung dulu agar air nya menjadi jernih.

Memulai ekonomi dari nol, membuka lahan baru untuk pertanian, infrastuktur jalan tanah yang memprihatinkan bahkan untuk menjual hasil kebun ke Desa Anggana harus melewati jalan yang seadanya dan jembatan titian dari batang kayu yang bergoyang saat dilalui, begitu pula anak–anak dalam bersekolah harus berjalan kaki jika musim hujan jalanan berlumpur.

Sebelum adanya Nama Desa Sidomulyo, awal dari kedatangan rombongan transmigrasi di tahun 1983, Desa Sidomulyo belum difinitif, masih berstatus Desa Persiapan, baru kemudian dengan diprakarsai dan dipelopori oleh para sesepuh pelaku sejarah Sidomulyo, melalui hasil kesepakatan musyawarah waktu itu, dari beberapa nama yang dipilih ( Sido Mukti, Sido Dadi dan Sido Mulyo ) akhirnya disepakati nama Sidomulyo, yang mempunyai arti yang sangat bagus jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia.

Sido artinya : jadi atau menjadi kenyataan dan berhasil.

Mulyo artinya : tinggi ,terhormat, luhur dan bermutu tinggi.

Ada pesan khusus untuk kita semua, dari pemilihan nama SIDOMULYO, semoga kita sebagai generasi penerus dapat membawa SIDOMULYO menjadi desa yang berhasil, desa yang terhormat, desa yang mulia, luhur dan bermutu tinggi, sehingga dapat meningkatkan pembangunan, ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa Sidomulyo yang lebih baik.

Kembali Ke Beranda
© Copyright BayuAbdiar2023.
KKN49_Unmul_Kukar82_Sidomulyo